MUARO JAMBI, – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di Aula Kantor Camat Sungai Gelam pada Jumat (24/04/2026) berakhir dengan suasana penuh ketegangan. Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Aidi Hatta, meluapkan kekecewaannya lantaran minimnya respons dari pihak korporasi terkait pembahasan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Dari total 32 perusahaan yang diundang secara resmi oleh pihak penyelenggara, tercatat hanya 4 perusahaan yang hadir memenuhi undangan. Padahal, forum tersebut dianggap krusial untuk menagih tanggung jawab sosial perusahaan atas kerusakan jalan yang kian memprihatinkan akibat aktivitas industri.

Dalam forum tersebut, Aidi Hatta secara blak-blakan menyayangkan sikap abai para pimpinan perusahaan. Menurutnya, kehadiran mereka sangat diperlukan untuk mencari solusi atas kondisi jalan yang rusak parah akibat dilintasi kendaraan bermuatan melebihi kapasitas (overload).

"Kita mengundang perusahaan supaya mereka ada kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan mereka. 

Masalah hari ini adalah infrastruktur yang semakin parah di mana-mana," tegas Aidi Hatta 

"Perusahaan yang kebanyakan tidak hadir ini adalah mereka yang menyumbang kerusakan jalan di Sungai Gelam. Pemerintah yang bangun jalan, mereka yang merusak. Akibatnya, masyarakat kita yang susah," tambahnya dengan nada kesal.

Melihat ketidakhadiran puluhan perusahaan tersebut, Aidi Hatta menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Muaro Jambi tidak akan tinggal diam. Ia menilai ketidakhadiran ini sebagai bentuk pelecehan terhadap lembaga legislatif, mengingat tingkat kedisiplinan perusahaan akan jauh lebih rendah jika hanya diundang oleh pihak kecamatan atau desa.

"Kita sangat kesal. Ketua DPRD saja yang mengundang mereka tidak datang, apalagi jika Camat atau Kepala Desa yang mengundang. Kita serius menangani masalah ini," tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Aidi Hatta memastikan pihaknya akan melakukan pemanggilan resmi kedua bagi perusahaan yang mangkir. 

Kali ini, pemanggilan tidak akan dilakukan di wilayah kecamatan, melainkan langsung ke Gedung DPRD Kabupaten Muaro Jambi.
RDP tersebut turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Anggota DPRD Dapil 3 (Sungai Gelam), Camat Sungai Gelam, Kapolsek Sungai Gelam, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Sungai Gelam.

Sebagai informasi, kondisi infrastruktur jalan di Sungai Gelam saat ini menjadi isu yang sangat mendesak. Sebagai jalur padat industri, aktivitas logistik yang tidak terkontrol dinilai menjadi penyebab utama hancurnya akses jalan masyarakat, yang kini menuntut penanganan serius dari pihak yang berwenang. (Adv)