foto : antrian truck diduga penyebab kelangkaan BBM 
TANJABTIMUR - KRAKATAU.CO.ID, Kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM )subsidi jenis solar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, seringkali terjadi di SPBU Cantika.

Hal ini diduga diakibatkan dari pelansir - pelansir nakal bermodus mobil dump truck terparkir disepanjang ruas jalan dekat Cafe Talabat dan kampung ratu Kelurahan Talang Babat Kecamatan Muara Sabak Barat. Dump truck - dump truck yang selalu terparkir tersebut, ternyata mengantri untuk mengisi BBM subsidi jenis solar.

Secara umum, dump truck yang digunakan untuk industri, pertambangan, perkebunan, perkebunan ( seperti sawit dan kehutanan ) dilarang memakai solar subsidi ( Bio Solar ) dan wajib menggunakan BBM non - subsidi ( industri/ dexlite/ pertamina dex ). Larangan ini berlaku terutama untuk kendaraan roda enam atau lebih, serta truck milik perusahaan.

Kecuali Truk roda 4 atau truk logistik bahan pokok/ sembako/ umum mungkin masih diperbolehkan, namun dibatasi.

Pelarangan bertujuan mengurangi beban APBN dan memastikan subsidi tepat sasaran, berdasarkan aturan BPH Migas.

Menurut narasumber yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi ( Selasa 24 Februari 2026 ) menyebutkan, mobil jenis Mitsubishi PS (umumnya digunakan sebagai kendaraan angkutan barang) disebut menjadi armada utama dalam praktik tersebut. Dalam sehari, satu unit mobil diduga bisa melakukan hingga tiga kali pengisian (trip). Jumlah kendaraan yang terlibat pun disebut mencapai puluhan unit.

“Setiap hari bisa tiga kali isi. Mobilnya banyak, puluhan. Mereka antre dan keluar masuk SPBU mas,” ujar sumber tersebut.

Pantauan dilapangan, sejumlah mobil PS terlihat stanby di area Kampung Ratu tersebut yang tidak jauh dari lokasi SPBU. Kendaraan-kendaraan tersebut diduga menunggu giliran pengisian atau instruksi lanjutan.

Tak hanya mobil angkutan jenis PS, sejumlah kendaraan pribadi juga disebut-sebut ikut mengambil kesempatan melakukan pengisian berulang. Praktik ini memunculkan kekhawatiran akan distribusi solar subsidi yang tidak tepat sasaran. 

Solar subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat dan sektor usaha kecil yang berhak sesuai regulasi pemerintah. Jika benar terjadi pelangsiran secara sistematis, maka hal ini berpotensi merugikan negara serta masyarakat yang membutuhkan.

Sumber lain juga menyebutkan, aktivitas ini bukan hal baru dan terkesan berlangsung secara terstruktur. Mobil-mobil yang diduga terlibat disebut memiliki pola waktu pengisian yang relatif sama setiap harinya.

Praktik pelangsiran BBM subsidi biasanya dilakukan dengan cara mengisi berulang menggunakan kendaraan berbeda, kemudian dipindahkan ke penampungan untuk dijual kembali dengan harga industri.

Masyarakat berharap ada pengawasan lebih ketat dari instansi terkait guna memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

APARAT KEPOLISIAN DIDUGA TERKESAN TUTUP MATA DENGAN PRAKTIK PELANSIR BBM

Namun yang sangat disayangkan, dugaan praktik pelansiran BBM subsidi jenis solar di kawasan SPBU Cantika Talang Babat, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, lokasi SPBU tersebut diketahui hanya berjarak beberapa meter dari Markas Komando ( Mako ) Polres Tanjung Jabung Timur. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Narasumber yang identitasnya dirahasiakan namanya ini, juga menyayangkan tugas aparat kepolisian yang seolah tutup mata dan mempertanyakan efektivitas pengawasan, mengingat aktivitas tersebut diduga berlangsung secara terbuka dan berulang - ulang.

Bahkan ia juga menyebut mobil-mobil yang diduga melakukan pelangsiran kerap terlihat stanby di kawasan Kampung Ratu sebelum masuk ke SPBU. Pola pengisian yang teratur dan jumlah kendaraan yang banyak memunculkan dugaan praktik terorganisir.

“Mobilnya banyak, hampir setiap hari ada. Kalau dihitung bisa puluhan. Jaraknya juga dekat sekali dengan kantor Polres. Polisi lalu lalang tiap hari disitu, masak tidak ada tindakan sama sekali ” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU maupun pihak Polres terkait dugaan tersebut. (Ys)